Ambon, 20 Oktober 2026 – Tempat Uji Kompetensi (TUK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura menyelenggarakan Uji Kompetensi pada Jumat dan Sabtu, 9–10 Oktober 2026, di lingkungan FPIK. Kegiatan ini diikuti 32 peserta, yang terdiri atas mahasiswa tingkat akhir dari enam program studi/jurusan di lingkup FPIK serta alumni fakultas. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta dinyatakan kompeten.
Kegiatan dibuka secara resmi dengan dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., dan Dekan FPIK, Prof. Dr. Yoisye Lopulalan, S.Pi., M.Si. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Ir. Laura Siahainenia, M.Si., bersama para asesor kompetensi dan tamu undangan.
Ketua Pengelola TUK FPIK, Dr. Jolen Matakupan, S.Pi., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa uji kompetensi ini bertujuan memastikan peserta memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai standar kompetensi yang berlaku. Kegiatan ini juga merupakan wujud komitmen FPIK Unpatti untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja serta masyarakat.
Peserta diuji dalam enam skema kompetensi, yaitu:
Skema Okupasi Ahli Konservasi Kawasan Perairan (10 peserta)
Skema Klaster Budidaya Ikan Kerapu di Keramba Jaring Apung (7 peserta)
Skema Klaster Penangkapan Ikan dengan Jaring Insang/Gill Net (5 peserta)
Skema Okupasi Ahli Penyuluh Perikanan (5 peserta)
Skema Klaster Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan (3 peserta)
Skema Klaster Pengemasan Hasil Perikanan (2 peserta)
Bagi bidang budidaya perairan, ketujuh peserta Skema Klaster Budidaya Ikan Kerapu di Keramba Jaring Apung (KJA) berhasil membuktikan kemampuan teknis mereka pada salah satu komoditas unggulan budidaya laut di Maluku. Pencapaian ini menunjukkan bahwa ilmu dan praktik yang diperoleh selama perkuliahan telah sejalan dengan standar kompetensi kerja nasional.
Asesmen dilaksanakan oleh asesor kompetensi bidang kelautan dan perikanan yang tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yaitu Dr. Ir. Wellem Waileruny, M.Si., Ir. Desyre Nendissa, M.Si., Dr. Ir. Laura Siahainenia, M.Si., Dr. Mintje Wawo, S.Pi., M.Si., dan Ir. Fraklyn Syauta, M.Si. Rangkaian uji meliputi: kelengkapan administrasi, pengarahan teknis, asesmen tertulis dan praktik lapangan, evaluasi hasil oleh asesor.
Dr. Jolen Matakupan mengimbau peserta agar menunjukkan kemampuan terbaik tanpa merasa terbebani. Menurutnya, asesmen pada prinsipnya merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah dikuasai. Kegiatan ini didanai melalui PNBP FPIK Universitas Pattimura melalui Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni. Dengan hasil seluruh peserta dinyatakan kompeten, lulusan FPIK Unpatti kini tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga pengakuan kompetensi yang diakui secara nasional sebagai bekal memasuki dunia kerja. Hotumesse!
